Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Jika BBM ke Android dan iPhone, Masihkah Kamu Akan Membeli Blackberry?

Itu pertanyaan lanjutan dari peristiwa BBM alias Blackberry Messenger yang konon katanya paling lambat akhir Summer Canada nanti akan masuk ke Android dan iPhone. Sebuah langkah berani atau sebenarnya gamang antara percaya diri dan malah menjual diri karena bisa jadi BBM Multiplatform ini adalah pertaruhan terakhir Blackberry untuk mendulang keuntungan.

Seperti gue kutip dari Dailysocial.net:
BlackBerry kembali membukukan kerugian untuk periode kuartal pertama tahun fiskal 2014 yang berakhir 1 Juni 2013. Meskipun mengalami kenaikan pendapatan 15% dibanding kuartal sebelumnya, mencapai $3.1 miliar, BlackBerry mencatat kerugian $84 juta.
Ini menjadi sebuah bukti bahwa pengguna device Blackberry populasinya semakin sedikit ketimbang Android dan iPhone. Menarik dalam beberapa bulan ini gue ditanyai beberapa orang tentang pembelian smartphone. Seperti biasa, gue menjelaskan dengan lengkap apa untung rugi membeli sebuah smartphone ber-OS Android, Blackberry, iOS, atau Windows Phone. Terakhir, gue menginformasikan jika BBM akan masuk paling lambat akhir tahun 2013 ini ke Android dan iOS. Lalu muncullah pertanyaan galau, terutama bagi seseorang yang niatan awalnya membeli Blackberry yaitu :

"Masihkah saya harus membeli Blackberry?"

Pertama, gue bukanlah geek yang membela salah satu OS sampai bertengkar dengan pengguna OS lain di forum-forum teknologi. Honestly, gue membuka diri dengan segala OS di dunia ini mulai dari Symbian sampai Android. Artinya gue mau mencoba segala OS dengan tujuan mengetahui segala kekurangan dan kelemahannya agar gue bisa membeli barang yang tepat.

Saat ini, gue memegang 3 gadget (1 iOS dan 2 Android beda versi). Perlu diingat bahwa gue memang condong ke Android, hanya tidak menutup kemungkinan memakai OS lainnya. Android hanya sebuah OS yang tepat untuk memenuhi kebutuhan gue. Oke, segitu dulu pembukanya agar kamu yang membaca ini tidak menganggap gue seorang geek yang menyerang OS tertentu dengan alasan konyol.

Kembali ke pertanyaan awal : "Masihkah saya harus membeli Blackberry?". Sekarang anggap saja Blackberry Messenger sudah hadir di Playstore dan Apple Store. Maka menurut gue, ada 2 kemungkinan yang bisa kamu pilih untuk menentukan apakah kamu masih harus membeli Blackberry atau tidak. Gue membuat 2 kemungkinan ini dari segala sisi terutama efisiensi pemakaian budget. Masalah selera dieleminasi.

Kemungkinan #1 : Budget < 4 Juta


Di rentang budget seperti ini, beberapa orang cenderung ingin membeli tipe Blackberry seperti Blackberry Bellagio, Storm, Curve, atau Torch. Apa yang kamu dapatkan dari Smartphone itu? Sebuah device dengan Prosesor maksimal 1,2 Ghz dan rataan RAM 700an MB. Prosesor adalah otak dari gadget, sedangkan RAM sederhananya adalah tempat sementara menampung aplikasi-aplikasi yang berjalan. Artinya jika semakin besar keduanya, maka dipastikan kekuatannya semakin mumpuni.

Kali ini buang iPhone karena di rentang ini kamu tidak akan menemukan jajaran iPhone terbaru dengan harga rendah (kecuali second tentunya). Dengan budget segitu, cobalah sedikit membuka matamu untuk gadget Android. Misalnya kamu buka Teknoup Store dan cek apa yang kamu dapat dengan budget segitu. Harusnya, kamu bisa mendapatkan gadget dengan kekuatan yang mirip bahkan dengan harga yang lebih murah. Cek link ini jika kamu memang penasaran apakah memang Bellagio itu secanggih yang kamu pikirkan : http://www.gsmarena.com/compare.php3?idPhone1=4332&idPhone2=5279


Masih belum cukup? mari kita bandingkan Torch dengan Sony Xperia XP (tidak SAMSUNG lagi karena saya bukan agen SAMSUNG :D), cek di link ini : http://www.gsmarena.com/compare.php3?idPhone1=3723&idPhone2=5364. Bandingkan Apple to Apple kedua gadget tersebut dan temukan sebenarnya mana yang lebih "pintar".


2 perbandingan tadi menurut gue cukup untuk menyimpulkan betapa beda tipisnya kecanggihan kedua gadget tersebut dengan perbedaan harga yang terbilang "tebal". Untuk yang kedua dengan harga yang tipis malah terjadi perbandingan yang "tebal". Itu juga berarti dengan budget sebesar pembelian Bellagio, kamu sebenarnya malah punya banyak pilihan di Android dengan spesifikasi lebih canggih. Got that point?

Selanjutnya, tahukah kamu bahwa OS BB di bawah BB10 semuanya masih harus memakai Blackberry Internet Service?(termasuk OS 7). Jika kamu jeli, maka sebenarnya harga paket Blackberry itu sangat mencekik. Jika tidak percaya, maka tanyakanlah pada pengguna Android tentang apa yang mereka dapat dengan uang Rp. 25.000. Sudah pasti suatu layanan yang jauh lebih murah ketimbang paket Blackberry karena tidak ada yang namanya paket Android. Pilih salah satu paket di operator lalu selanjutnya internet dan segala aplikasi bisa dipakai sepuasnya dengan kuota atau volume sebagai pembatas.

Kemungkinan #2 : Budget > 4 Juta


Sekarang kamu patut bingung karena sebenarnya apapun bisa dibeli dengan budget segini. Kalau kamu masih ingin membeli Blackberry maka itu adalah pilihan yang terbilang bagus karena di segmen ini sudah ada Blackberry Z10, Q10, dan Q5. Tapi tunggu, cobalah lirik iPhone 5 yang cantik, simpel, dan didukung aplikasi yang berlimpah. Di Android, kamu bisa memilih jajaran elit seperti Samsung Galaxy S4, Xony Xperia Z, HTX One X, LG Optimus Pro atau si pendatang baru Oppo Find 5.



Di tahap ini, gue sendiri susah menentukan pilihan akan di jatuhkan ke Smartphone dengan OS mana karena ketiganya dari segi spesifikasi sama bagus. Tadi gue mengatakan membuang faktor "selera", tetapi untuk hal ini gue akan meyakinkan bahwa jika keinginanmu kuat membeli Blackberry dan budgetnya cukup maka pastikan pilihanmu membeli jajaran BB10 di atas.

Gue hanya memasukkan masing-masing kelemahan jika kamu ingin berpikir ulang :

- iPhone memang kuat di aplikasi karena jumlahnya tentu akan selalu di atas Android dan Blackberry karena tidak ada pengkotak-kotakan versi OS, namun menurut gue tidak cocok untuk user praktis yang sudah terbiasa "plug and play". Setiap ingin memasukkan video dan musik, mau tak mau harus lewat iTunes. Kalau bagi kamu tidak masalah, pilihlah produk Apple ini.

- Android memiliki aplikasi yang berlimpah walau masih kalah dengan Apple. Memindahkan video dan musik semudah memakai flashdisk yang biasa kamu lakukan. Sayang segmentasi di Android begitu kuat sehingga para developer aplikasi lebih cenderung memberikan aplikasi terlebih dahulu ke App Store ketimbang Google Play. Selain itu tampilan aplikasinya bisa beda-beda di setiap smartphone akibat terlalu banyak merk Android yang membuat para pengembang harus memperhatikan banyak hal. Sekali lagi, jika itu tidak masalah maka silahkan beli Android.

- Blackberry 10 adalah tonggak baru Blackberry karena hadir bukan dengan sekedar wajah baru. BIS sudah tidak berlaku di OS BB10 karena memakai paket data biasa. Inovasi Blackberry di OS terbarunya jauh lebih maju jika dibandingkan dengan OS Blackberry sebelumnya. Sayang Blackberry belum bisa berbicara banyak di aplikasi, masih terlalu jauh dibandingkan dengan Android dan iOS.

Gue tidak pernah membeli Blackberry tetapi pernah menggunakannya beberapa kali, jadi jangan meminta gue menjawab pertanyaan yang kita bahas sekarang. Paparan sebelumnya harus menjadi dasar kamu membuat keputusan membeli atau tidak. So, seandainya BBM masuk Android dan iPhone, masihkah kamu akan membeli Blackberry?