Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Blackberry Tampaknya Menyerah (Kompasiana, 17 Mei 2013)

Entah harus merasa senang atau sedih, mendengar keputusan Blackberry melepaskan Blackberry Messenger(BBM) ke pihak Android dan iOS seperti sebuah negara yang terlibat perang namun melucuti senjatanya sendiri di depan musuh.


Perang dunia mobile memang sudah terjadi di antara Android, iOS, Blackberry, dan Windows Phone. Tetapi, belakangan perang hanya terjadi antara 2 platform yaitu Android dan iOS, 2 nama terakhir hanya memperebutkan peringkat ketiga. Dalam data terbaru yang dirilis, tidak salah lagi bahwa robot ijo dan apel gigit yang menguasai pasar penjualan handphone pintar.


Blackberry memang dari awal mencanangkan dirinya sebuah perangkat eksklusif, menjual chat eksklusif, yang pada akhirnya menggerogoti dirinya sendiri.

Apple adalah pencetus pasar aplikasi dengan sedari awal mengandalkan App Storenya. Android berusaha mengejar Apple dengan membuat Playstore (awalnya bernama android market), dan sekarang usahanya berhasil dimana jumlah aplikasinya hanya berbeda sedikit (walau Apple masih lebih banyak) . Walau begitu, Apple dengan estetika desainnya masih trlalu tangguh untuk digerogoti Android dan seluruh rekanan pembuat Smartphone nya.

Blackberry seharusnya meniru Android yang berusaha mengejar Apple dengan segala inovasinya. Nyatanya tidak, Blackberry masih tetap dengan keyakinannya bahwa user akan setia dengan eksklusifitas yang diberikan.

Dalam beberapa tahun belakangan, user melakukan migrasi besar besaran ke Apple dan Android karena Blackberry mulai tampak kuno ketimbang pesaing-pesaingnya. Blackberry hanya mengandalkan BBM dan privasi data user yang diklaim terjamin aman. Dan jadilah pergerakan pengguna beralih ke OS selain Blackberry sangat besar di belahan dunia selain Indonesia. Ya, sepertinya hanya Indonesia lah pasar Blackberry paling empuk. Secara ajaib user di Indonesia tidak silau sama sekali dengan gegap gempita fasilitas yang diberikan Apple dan Android.

Blackberry akhirnya tersulut dikatakan sebuah device kuno yang mengandalkan BBM. maka dari itu mereka berinovasi dengan mengeluarkan OS BB10, yang sepertinya merupakan inovasi telat karena OS lain sudah berlari jauh dan memiliki komunitas kuat. Blackberry menjanjikan akan mendatangkan aplikasi aplikasi populer di Android dan memberikan harapan baru bagi user Blackberry bahwa OS kesayangannya tidak sejadul yang orang orang pikirkan.

Harga device Blackberry yang mengusung OS BB10 menurut saya amat mahal, 7 juta rupiah. Walau begitu BB Z10 diklaim ramai peminatnya sehingga Blackberry tak ragu untuk membuat device device ber OS BB10.


Ada 1 hal yang dilewatkan Blackberry bahwa yang sedang bersaing bukan hanya Android dan Apple tetapi aplikasi aplikasi yang sejenis dengan BBM di masing masing store. Blackberry tampaknya mulai sadar bahwa pengguna Whatsap, messaging multiplatform itu sudah mencapai 200 juta user, jauh di atas BBM yang diklaim hanya 60 juta.

Belum lagi persaingan di antara Whatsap, LINE, KAKAO TALK, dan WECHAT. Hutan rimba messaging sudah dikuasai pemain pemain baru yang tangguh dan penuh inovasi.


Blackberry hanya menunggu waktu untuk keruntuhannya jika hanya menjual eksklusifitas memakai BB karena user sudah cerdas bahwa BBM bukan satu satunya pemain dunia messenger. Suka tidak suka, mau tidak mau, tampaknya Blackberry ingin menyelamatkan finansial dan muka mereka pada user seluruh dunia. Jika BBM tidak dilepas, maka ia hanya akan menjadi messenger kuno yang hanya dipakai user itu itu saja.

Dan jadilah sang CEO harus mengumumkan dengan berat bahwa BBM akan masuk ke iOS dan Android dalam waktu dekat. Bukan karena sekedar memberikan layanan multiplatform, tetapi menurut saya adalah memperkuat brand Blackberry sendiri sebagai penyedia layanan chatting.

Lalu bagaimana nasib Blackberry sebagai pemroduksi smartphone? ada hal yang sangat menggelitik. Blackberry baru saja meluncurkan smartphone Q5 yang dikatakan akan cocok bagi negara berkembang. Smartphone ini akan menyambangi Indonesia di bulan Agustus dengan harga yang dianggap pantas : 4 jutaan rupiah. Sebuah keputusan aneh dimana secara berdekatan, BBM juga akan mampir di Android dan iOS. Ayolah blackberry, siapa yang butuh BB seharga 4 juta jika hanya dengan 1,1 juta saja kita mendapat smartphone dengan spec sama dan bisa memakai BBM?

Blackberry Q5, source : allthingsd.com
SAMSUNG Galaxy Chat ICS hanya 1,1 juta, source gambar : www.duniaku.net
Blackberry tampaknya menyerah untuk mempertahankan eksklusifitasnya.