Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Android dibuat untuk dibajak

Pukulan telak bagi Android karena seorang developer bagi Scotlandia bernama Matt Gemmell menuliskan sebuah artikel yang sangat menarik tentang perkembangan Android. Kemarin Dailysocial dan Teknoup memang sudah menuliskan tentang Google yang tidak peduli dengan developer aplikasi Android dan terbukti dengan digratiskannya game Dead Trigger akibat aplikasinya terlalu banyak dibajak padahal harga Game ini di Android hanya seharga 0,99$. Berikut pernyataan pengembang :


Regarding price drop. HERE is our statement. The main reason: piracy rate on Android devices, that was unbelievably high. At first we intend to make this game available for as many people as possible - that's why it was for as little as buck. - It was much less than 8$ for SHADOWGUN but on the other hand we didn't dare to provide it for free, since we hadn't got XP with free-to-play format so far. - However, even for one buck, the piracy rate is soooo giant, that we finally decided to provide DEAD TRIGGER for free. Anyway - DEAD TRIGGER is not FREEMIUM, it always was and still remains FREE-TO-PLAY, that means, all players are able to play it without IAP! We stand up for this statement, because all members of our team are playing (and enjoying) DEAD TRIGGER without IAP.

--Madfinger GamesDevelopers of Dead Trigger

Sedari dulu gue udah melihat celah kelemahan Android adalah tidak dilindunginya pengembang dan Google sendiri lambat dalam menyambut pasar Android di Indonesia. Sudah seharusnya Google menggandeng operator-operator lokal untuk membiasakan orang membeli aplikasi dengan potongan pulsa.

Gue sendiri semenjak memiliki Kartu Kredit, walaupun mengerti cara oprek Android maupun iOS tetapi lebih memilih untuk membeli yang original dengan membayar. Alasannya simpel, pengembang juga butuh makan, maka dari itu walaupun 0,99$ akan cukup memberikan mereka secangkir kopi panas untuk tetap mengembangkan aplikasinya :D

Oh ya, tentang artikel yang menohok Android tadi bisa kamu temukan disini. Cuma belakangan ini gue gagal terus beli aplikasi di Android karena masalah merchant Google Play yang ditolak Kartu Kredit, entah mengapa tetapi niat sudah ada untuk menghargai pengembang lokal dan internasional. Maybe, untuk membeli aplikasi kita harus kesampingkan kata-kata "kalo ada gratis, ngapain beli" karena pengembang satu persatu akan lari dari lingkungan Android.