Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

4 Rambu-rambu berkomunikasi dengan penulis (baik blog atau buku)



Penulis blog yang memiliki basis pembaca besar apalagi pembacanya sering berkomentar dan mengirimkan pertanyaan via email merupakan sebuah kehormatan terbesar karena seorang blogger populer oleh pengunjung setianya dan penulis buku menjadi terkenal karena pembacanya. Tetapi di dunia maya yang maha luas ini bukannya tanpa aturan dan rambu-rambu dalam berkomunikasi. Penulis blog juga adalah manusia biasa dan bukan mesin penjawab jadi masih ada kesalahan-kesalahan kecil dalam menanggapi. Agar hubungan pembaca dan penulis terjalin baik, berikut gue sajikan beberapa aturan tak resmi sebagai komentator di blog atau jika ingin berkomunikasi di dengan penulis blog atau buku :

1. Jangan ngebacklink sembarang..

Nyebar backlink boleh saja tetapi gue sebagai penulis paling gak suka hanya dikomentari "nice info", "good info" disertai dengan link blognya. Penulis sejati itu nulis dengan menguras tenaga dan membagikan pengetahuan gratis lewat blog (seperti di blog ini) tetapi kamu sebagai pembaca hanya mengomentari 2 kata gak penting, fiuh. Cobalah berkomentar yang lebih berkualitas, agak panjang dikit, dan menunjukkan respekmu sebagai seorang pembaca yang baik. Mentang-mentang blog yang dikunjungi Do Follow gak berarti bisa sembarang saja mengisi komentar pada salah satu postingan.

2. Perkenalkan nama lewat email

Yang terlanjur nge-email gue dengan kata-kata langsung aja, gue maafkan. Memang dalam mengirim email tidak ada aturan baku harus memperkenalkan diri dan dengan bahasa formal. Ada baiknya jika mengirim email ke seorang penulis dengan niat bertanya maka perkenalkan diri terlebih dahulu, misal :
"Hai, nama saya Andi, saya suka dengan Blog anda di http://www.look-j.com. Saya ingin nanya blablabla"
Gue gak tahu pemilik blog lainnya, tetapi gue lebih suka meladeni email yang make perkenalan diri dulu baru ke inti masalah. Gue suka berkenalan dan ramah dengan orang, maka ramahlah sama penulis kayak gue :D

3. Hentikan pertanyaan bertingkat

Kerap kali setelah gue kasi jawaban maka akan ditimpali pertanyaan lain oleh para pembaca. Hal seperti ini tidak efektif, gue sebagai yang ditanyai sangat menganjurkan kumpulkan pertanyaan yang akan ditanyakan. Jika ada pertanyaan lanjutan jangan lebih dari 2 kali dalam waktu sangat singkat, Kirim pertanyaan dengan jeda beberapa hari, kecuali jika sangat urgen.

4. Jangan memaki penulis

Ini pernah terjadi pada gue, ketika 1 pertanyaan gue jawab maka terjadi kasus #3 dimana gue dikasi pertanyaan bertingkat. Karena gue gak jawab maka gue dimaki gak jelas dengan kata-kata kebun binatang. Penulis bukanlah mesin penjawab yang bisa ditanyai langsung dijawab. Penulis juga punya kehidupan sendiri, bukan 1x24 jam di depan komputer. Jika pertanyaan pertama lama tak dijawab, jangan mengirim makian atau paksaan untuk menjawab. Apalagi ke gue, plis deh, gue punya kerjaan, punya kosan yang mesti diurus, punya pacar yang mesti disayang-sayang :D.

4 Rambu ini bukan hanya untuk berkomunikasi dengan gue selaku penulis buku gue dan blog look-j. Semua penulis juga akan agak sebal jika 4 rambu diatas dilanggar. Mengapa gue buat posting ini? satu jawabannya, KARENA GUE CINTA KALIAN PARA PEMBACA BLOG INI, BRAVO!!