Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kaya Sinyal Miskin Air

Saya baru inget hari ini malam minggu tapi sejak 4 tahun lalu malam minggu tidak pernah berarti bagi saya. Selalu terjadi hal yang sama yaitu sendiri bersama komputer atau laptop dan semenjak 4 tahun lalu saya mulai lebih sibuk dengan blog ketimbang sibuk mikirin pacar.

Oke, lupakan tentang malam minggu. Mulai ngeblog sampai bisa menulis 2 buku saya berdomisili di Jakarta karena kuliah. Siapa yang tidak tahu keglamoran Jakarta? sepertinya semua orang tahu bahwa Jakarta adalah kota yang sangat besar. Jangan ditanya masalah provider Internet, mulai dari yang warna merah, jingga, ungu, biru, semua di Jakarta bisa terpakai.

Dari awal ngeblog saya selalu ganti-ganti provider demi melancarkan aksi di dunia nyata. Mulai dari nyari gratisan dari si ungu, beralih ke si merah, lalu akhirnya mantap di si Jingga. Di Jakarta saya bisa mencari provider memberikan layanan kecepatan yang memuaskan dengan harga yang pantas tentunya. Itu ketika di Jakarta, ketika penempatan di NTT, saya cuma punya pilihan yaitu : terus menjadi fakir sinyal internet atau berhenti ngeblog.

Awalnya saya pilih berhenti ngeblog karena tidak ada harapan untuk melanjutkan blogging dengan keadaan sinyal sepertinya bakal ancur seancur-ancurnya. Akhirnya sesampai di NTT dan ditempatkan di sebuah kota kecil yang mungkin kalian tidak pernah mendengarnya : Kefamenanu, sebuah kota kecil di tengah pulau Timor. saya senang bukan main karena provider si merah memberikan layanan yang cukup memuaskan.

Masalah tidak sampai disana, sekali lagi saya harus dihadapkan pada pilihan yang kurang begitu bagus yaitu kosan yang mewah dengan sinyal internet yang ancur abis atau kosan yang ancur tetapi dengan sinyal yang mewah. Sebulan lalu saya memilih yang pertama namun lama kelamaan sinyal menjadi faktor utama dalam menulis. Pikiran malas mengupdate blog kerap kali menyambangi otak karena sinyal di kosan mewah tidak begitu bagus, kadang kuat kadang lemah. Akhirnya hari ini, saya menukar semua kemewahan kosan dengan sinyal yang mewah, demi blog ini demi eksistensi sharing di dunia maya, air yang macet dan harus menimba tidak jadi masalah, demi eksistensi blog!! hehehe..




PS : blog ini diteruskan dengan penuh perjuangan, maka doakanlah saya :) satu lagi, kata gue saya ganti karena saya merasa kata "gue" terlampau kasar. Dibaca tidak dibaca tetap terima kasih.