Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Facebook dan Twitter membuat otak kita semakin mahal

Judul di atas selain merupakan judul dari postingan ini juga mungkin merupakan komitmen bagi diri saya sendiri. Benar, cobalah tanyakan kepada diri anda, jika mengkalkulasi persentase pemakaian Facebook selama browsing maka saya berani jamin 50% lebih anda gunakan untuk membuka situs Facebook untuk sekedar melihat status daftar teman di situs jejaring sosial tersebut, ya atau ya? hehehe.




Hampir semua orang memang sudah terbius dengan yang namanya Facebook dan Twitter. Apalagi keduanya sudah bermain cantik di ranah mobile dengan mengeluarkan aplikasi resmi untuk masing-masing Smartphone yang lagi ngetrend seperti Blackberry, Android Phone, dan iPhone. Jadilah berjuta warga Indonesia selalu asik dengan handphone di tangannya entah sekedar mengomentari status facebook teman, membuat status, atau meretweet status yang disukai. Sejujurnya waktu di dunia online lebih banyak dihabiskan untuk social media ketimbang membaca berita apalagi ngeblog. Persentasi terkecil mungkin diraih oleh kegiatan blogging karena tidak begitu banyak orang yang menyukai kegiatan menulis di dunia online atau memang malas meggerakkan jarinya untuk sekedar membuat sebuah tulisan yang utuh.

Selalu banyak alasan ketika keinginan ingin menulis terbesit di benak kita dan pada saat yang sama berhasil mempengaruhi diri kita untuk lebih memilih facebook-an ketimbang menulis artikel di blog pribadi maupun blog komunitas seperti Kompasiana. Saya terlalu sibuk untuk menulis sesuatu, saya tidak ada ide, saya tidak bisa menulis, kalau dirinci maka alasan yang kita dapatkan untuk tidak ngeblog akan menggencet secuil alasan untuk ngeblog. Apakah ngeblog itu memang sesuatu kegiatan yang berguna dan bermanfaat buat saya?

Twitteran atau Facebookan dengan menulis beberapa kata kata memang lebih menarik ketimbang ngeblog yang harus menulis satu artikel. Ya, selain singkat, anda juga tidak perlu berpikir banyak. Menulis di blog membutuhkan imajinasi untuk menangkap setiap kata, membutuhkan konsentrasi agar tulisan bisa berakhir utuh, jugas membuat otak menjabarkan dari satu kalimat menjadi satu artikel. Misalnya saja sahttp://www.blogger.com/img/blank.gifya yang memiliki ide 1 kalimat yaitu “Jangan Politisasi Sepakbola” akhirnya menjadi 1 artikel utuh yang bisa anda lihat disini. Ya, menulis memang diawali sebuah ide lalu dituangkan ke dalam tulisan disertai dengan kesungguhan anda sendiri untuk menyelesaikan tulisan itu. Coba bayangkan bagaimana menulis buku? anda harus membuat puluhan BAB dan ratusan paragraf untuk dibukukan. Malas bukan? maka dari itu tidak heran kegiatan blogging tidak lebih populer ketimbang kegiatan facebook-an atau twitter-an karena ngeblog itu menulis 1 artikel utuh dengan eksplorasi luar biasa.




Maka setelah saya jabarkan bahwa kegiatan ngeblog itu benar-benar mengeksplorasi ide, imajinasi, dan kesungguhan anda, apakah anda masih tertarik untuk ngeblog? mending facebook-an atau twitter-an karena sedikit memakai otak lalu otakpun menjadi barang yang mahal karena jarang dipakai. Hayo, bingung kan!

NB : Tulisan yang membingungkan, ini nyaranin atau ngelarang, tebak saja sendiri karena saya lagi suka bikin bingung orang.

Artikel ini juga saya publish di Kompasiana